Sabtu, 05 Januari 2008

Ambil pasar yang tepat dan makan terus nasi goreng Radja Ketjil



Apakah seperti mengambil potongan ayam dari sepiring nasi goreng ayam?




Jika semuanya empuk dan enak, maka dapat diperluas.
Analoginya seperti menyantap satu piring nasi goreng ayam di Radja Ketjil. Sesuap demi sesuap, lama-lama nasi dipiring telah habis disantap.

Pasar yang semula tersegmen, perlahan meluas. Karena pasarnya memang potensial.
Sekali lagi menyerupai analogi makan nasi goreng Radja Ketjil.
Mencicipi, dan kembali lagi untuk menghabiskan porsi yang lain.

LOKASI, LOKASI dan LOKASI


Saat awal berinvestasi untuk suatu industri seperti retail atau restorasi, rule pertama apa yang selalu dikemukakan?
Pasti ... LOKASI, LOKASI dan LOKASI
Turunannya adalah kriteria lokasinya : high traffic, 2 arah jalan, berdekatan dalam satu kesatuan industri ... dan seterusnya

Merefer pada rule pertama, apakah yang membuat lokasi RADJA KETJIL pertama, menjadi sesuai? Tidak semua, kecuali jalan pintas menuju perumahan elite Pondok Indah. Dengan demikian apakah menjadi mundur untuk berdiri di jalan pendidikan?

Feeling mengatakan lain. Konseppun masih dapat dicari pembenarannya, karena pembangunan sebuah restauran menurut John R. Walker di bukunya The Restaurant, from concept to operation menyatakan adanya integrasi faktor pendukung untuk pengembangan konsep dan pasar, yaitu : quality, menu, price, atmosphere, management, location, food dan service.

Maka berdirilah pada pertengahan Agustus 2007 sebuah bangunan sederhana ala rumah dulu di jalan pendidikan. Warna terpilih adalah hijau jawa, merefer pada konsep vintage yang akan dijalankan. Saat semuanya belum siap, sudah banyak orang yang ingin tahu : AKAN DIBUAT APA? AKAN DIJUAL APA?. Konsep dan atmosphere sudah terbentuk sejak masih belum beroperasi sempurna, menjadi faktor keingintahuan yang tinggi.

Modal datang perginya orang yang ingin tahu, membentuk keyakinan, bahwa ada pasar yang sesuai dengan target sales, walaupun lokasi restauran –yang kita sebut warung- tidak ideal : jalan satu arah, bukan jalan utama, tersendiri, jauh dari hingar -bingar mall, namun dekat dengan pemukiman potensial.

LOKASI TAK SEMPURNA ini menjadi keyakinan untuk suatu diferensiasi tersendiri menjadi suatu destination restaurant.

Sebulan berjalan, terlihat trend yang baik. Semoga keyakinan ini bukan hanya pembenaran di atas kertas, namun akan menjadi sejarah keyakinan tentang hadirnya restauran kecil yang dicintai pelanggannya
(dengan tingginya respond terhadap Radja Ketjil pertama, maka sekarang disiapkan Radja Ketjil kedua di daerah yang berbeda)

Minuman paling SEGAR ada di Radja Ketjil

Kesukaan menyantap di Radja Ketjil menjadi lengkap karena tersajinya pula minuman-minuman segar ala Radja Ketjil.
Mengapa disebut ala Radja Ketjil?
karena dibuat dari buah asli ... dengan kekentalan yang tidak mengecewakan.
Untuk harga yang ditawarkan, banyak pelanggan yang menanyakan:
"Apakah tidak rugi?"
komentar lain yang tercatat :
"Wahh, jus strawberrynya lebih segar dari jus strawberry Bandung"
"Kentalnya tepat untuk jus terong belandanya. biasanya dijual lebih encer"
kami nantikan komentar-komentar lainnya bagi yang telah pernah menikmati kesegaran asli dari minuman-minuman Radja Ketjil.
Masukan untuk perbaikan ...
atau masukan untuk mengundang pelanggan baru




KELUARGA RADJA KETJIL

Pelanggan adalah keluarga Radja Ketjil.
Konsep inilah yang diterapkan.
Tentunya awalnya bermula dari internal dahulu.
Kekeluargaan yang kental, karena semua karyawan adalah satu keluarga besar Radja Ketjil
Dengan demikian, sikap ramah dan akrab kepada pelanggan terbangun, tanpa dibuat-buat

Keceriaan para crew back office

Salam yang dipertuan agung Radja Ketjil, sambil menunggu outside catering

Senangnya bermain kuda lumping, sudah lama sekali tidak bermain seperti ini

Lempar telur dan tepung, yang penting selamat ulang tahun ya

Siap melayani ... krupuknya pun terasa berbeda

AYAM HONGKONG TERLEZAT


Ayam Hong Kong terlezat ada di Radja Ketjil?
Buktikan sendiri.

Kerenyahan daging ayamnya seringkali mengecoh pelanggan
"ini daging ayam atau bebek?"
menjadi lebih lezat jika disantap dengan saus jahe.

1 porsi untuk berapa orang?
seharusnya dapat untuk 3 orang
tetapi umumnya 1 porsi dihabiskan oleh 1 orang ...
itu karena sedemikian lezatnya.

Koleksi Selalu Bertambah di Radja Ketjil

Rantang emanel. Atau email kata orang Sunda (bukan email buat tambal gigi). Rantang yang sudah tidak diproduksi lagi ini, akhirnya bisa juga kami dapatkan.



Kebetulan pulang ke tanah kelahiran kota kembang, iseng-iseng pergi ke pasar Kosambi. Setelah berkeliling sampailah di salah satu toko kelontong. Setelah bercerita mengenai keinginan memiliki rantang atau perangkat makan lainnya dari bahan yang sama, ibu penjual mengaku hanya memiliki baskom besar dan cangkir kecil. Ya sudah seadanya saja lah. Tapi sebelum transaksi selesai, tiba-tiba ibu tadi bilang "Mungkin rantang itu saya masih punya, tapi sudah tidak diproduksi. Sebentar saya lihat ke belakang dulu." Penasaran, kami tunggu, akhirnya sang ibu keluar dengan membawa rantang yang kami cari-cari masih lengkap dengan plastik pembungkus dan rafia pengikatnya.

Jadilah rantang jadul buatan PT Bima Bandung berpindah ke tangan kami dan sekarang bisa dinikmati oleh pelanggan Radja Ketjil.

Nama Makanannya Unik!


Itu yang sering diucapkan pelanggan di Radja Ketjil. Biar kadang mereka agak sulit untuk mengingatnya, tapi nama ini menjadi keunikan sendiri di Radja Ketjil. Beberapa nama diciptakan berdasarkan masakan itu sendiri.

Apakah dari bentuknya, rasa atau bahan-bahan yang dipakai untuk membuat masakan tersebut. Nama dicari dengan cermat dan sesuai dengan masakan Radja Ketjil yaitu Citarasa Peranakan. Citarasa Peranakan yang lekat dengan masyarakat Cina yang merantau ke kawasan Melayu.

Jumat malam, hang out di Radja Ketjil

Jumat malam ini cerah.
Para tamu menikmati suasana teras Radja Ketjil dengan nyaman.
Radja Ketjil menjadi pilihan hang out yang menyenangkan
Keasyikan anak muda kongkow bersama teman-teman
berlanjut hingga jam 11 malam di weekends
Apalagi ditemani oleh free WIFI dan hidangan ringan yang menggelitik rasa,
pasti membawa pelanggan kembali dengan mengajak teman lainnya





Terimakasih telah berkunjung ke rumah hijau rindang Radja Ketjil,
terutama kepada salah seorang pelanggan yang telah membawa teman-teman lain untuk bersantap di sini.
(saat malam tahun baru lalu datang, dan malam ini kembali lagi)
Jika makanan dan layanan kami berkenan di lidah dan hati,
mohon tetap disampaikan kepada teman-teman lain yang belum mengenal Radja Ketjil

Sebuah pemikiran : MENGAPA RADJA KETJIL ?


Pertanyaan yang selalu muncul dari banyak teman, kerabat maupun pelanggan
“MENGAPA NAMANYA RADJA KETJIL?”

Nama adalah nama.
Atau apalah artinya sebuah nama?

Pertama kali nama itu keluar adalah hanya karena memang 2 kata itu yang muncul dengan pas di benak. Tentunya setelah ada penetapan konsep untuk mengusung citra rasa peranakan sebagai menunya.

Selanjutnya disambungkan dengan rasionalnya : RADJA KETJIL … menjadi raja dilingkungannya sendiri. Ini berkaitan dengan penetapan pasar mana yang akan disasar. Diawali dengan daerah Jakarta Selatan : Pondok Indah, Lebak Bulus, Fatmawati, Bona Indah, Kebayoran dan Bintaro. Menjadi raja di wilayah ini, raja masakan peranakan dengan harga terjangkau, dan juga dengan produk yang dapat diinginkan oleh lidah setiap saat. RADJA KETJIL menyebarkan beritanya pada wilayah sekitarnya (neighborhood marketing)

Neighborhood marketing akan menjadi buzz untuk word of mouth sedahsyat efek bola salju yang mampu menggelindingkan RADJA KETJIL menjadi suatu destination restaurant. Wilayah target marketpun menjadi melebar.

Apakah pelebaran wilayah ini akan menyebabkan pergantian nama menjadi RADJA BESAR?
Itu adalah pertanyaan ke-dua yang juga ada jawabannya

RADJA KETJIL tetap RADJA KETJIL
Karena RADJA BESAR atau RADJA TERBESAR adalah DIA yang memberi berkat dan kelimpahan sehingga RADJA KETJIL dapat berjalan dengan baik dan memiliki pelanggan setia yang selalu kembali dan menularkan berita baik RADJA KETJIL kepada kerabat dan handai taulan

Selamat menikmati sajian kami di rumah hijau rindang RADJA KETJIL.
Selamat menikmati pula sajian tulisan pemikiran, kisah–kisah RADJA KETJIL diblog
http://radjaketjil.blogspot.com/, sekaligus berkomentar atau menyumbangkan kisah-kisah seputar restaurant atau RADJA KETJIL sendiri.

Pelanggan adalah keluarga kami.
Pun para pembaca setia blog ini.

Salam citarasa peranakan RADJA KETJIL

RAMBUTAN berbuah lebat di Radja Ketjil


Kerindangan pepohonan tidak saja menyejukkan suasana Radja Ketjil, tetapi juga membawa sensasi tersendiri saat musim buah datang. Setelah sebelumnya sarat dengan gelantungan buah mangga, kali ini Radja Ketjil "kedatangan" banyak rambutan manis. Begitu menyenangkan untuk dilihat.
Sensasi musim buah di Radja Ketjil

Gelantungan rambutan yang menggemaskan

Sang store manager sendiri yang memetik buah untuk disajikan kepada para tamu.
Menyenangkan berbagi hasil tanaman rumah dengan para pelanggan setia.